Muqoddimah – Apa itu Big Data ?

Muqoddimah - Apa itu Big Data ?

Lagi iseng-iseng browsing, mengenai teknologi terkini, ada satu  keyword yagn cukup menarik focus saya.

Keyword : Big Data

Apa itu Big Data ? 

Big = Besar

Data = Ya Data

Jadi mungkin secara sedarhana dan singkat Big Data bisa diartikan Data yang besar.

Dulu jaman saya kuliah, sering muncul pertanyaan pada otak kiri saya, sebenarnya data itu apa sih….kenapa sih banyak mata kuliah mata kuliah berkaitan dengan data.

Data itu siapa ? dan data itu apa ? what the hell pada masa itu, apabila saya bertanya pada dosen dan membaca literatur jawabanya, Data adalah kumpulan informasi. Thats it. Terus saya bertanya lagi informasi yang bagaimana…informasi apa …emang informasi itu efeknya apa dan muncul pertanyaan – pertanyaan annoying lain yang biasanya saya sampaikan. ckckckck

 

Sejauh ini belum ada definisi pasti tentang apa itu big data, akan tetapi banyak para ahli yang mencoba memberikan definisi terhadap big data.  Menurut kamus online wikipedia

Big Data is a phrase used to mean a massive volume of both structured and unstructured data that is so large it is difficult to process using traditional database and software techniques. In most enterprise scenarios the volume of data is too big or it moves too fast or it exceeds current processing capacity.

Sedangkan menurut Edd Dumbill . Siapa itu ? Mbuh….

Big data is data that exceeds the processing capacity of conventional database systems. The data is too big, moves too fast, or doesn’t fit the strictures of your database architectures. To gain value from this data, you must choose an alternative way to process it.

Dari kedua definisi diatas mungkin bisa kita simpulkan bahwa Big Data adalah data yang memiliki volume besar sehingga tidak dapat diproses menggunakan alat tradisional biasa dan harus menggunakan cara dan alat baru untuk mendapatkan nilai dari data ini.

Setiap hari kita menciptakan banyak data, data ini bisa berasal dari mana saja; posting ke situs media sosial, gambar digital dan video, catatan transaksi pembelian dan lain-lain. Data ini adalah big data.

Lalu, sebesar apakah volume data agar bisa disebut big data? Apakah jumlah datanya harus milyaran record per hari? Walaupun masih banyak perdebatan soal ini, sekarang sudah banyak pihak yang sepakat bahwa: jika volume data membuat data tersebut tidak ekonomis / mungkin lagi untuk disimpan di solusi penyimpanan data tradisional (network storage / database / data warehouse), maka itu bisa disebut big data.

Keywordnya adalah, data tersebut tidak lagi dapat disimpan pada datawarehouse.

Kenapa Harus Big Data?

Teknologi big data muncul untuk memecahkan suatu masalah atau mempermudah penyelesaian suatu masalah. Masalah apa yang dapat dipecahkan dengan big data? Dari berbagai sumber, terdapat 3 masalah utama yang big data coba selesaikan. Masalah tersebut biasa disebut dengan 3V; Volume, Velocity, Variety.

Volume

Salah satu permasalahan yang big data coba pecahkan adalah meledaknya volume data yang suatu organisasi ingin simpan atau proses. Seberapa besar data yang bisa anda olah saat ini? Apakah dengan jumlah data yang anda miliki anda sudah lebih baik dibanding kompetitor? Data yang ada saat ini berukuran sangat besar. Di tahun 2000 saja tercatat 800,000 petabyte data tersimpan di seluruh dunia dan angka ini diperkirakan akan mencapai 35 zettabyte di tahun 2020 atau bahkan lebih. Apakah permasalahan volume data ini hanya bisa dipecahkan oleh big data? Jawabannya, tidak juga.

Sebenarnya suatu sistem database atau data warehouse pun bisa menyimpan data yang sangat besar. Namun, cost platform big data jauh lebih rendah dibandingkan keduanya. Selain itu, berbeda dengan sekedar network storage, teknologi big data tidak hanya menyediakan solusi untuk menyimpan data, namun juga untuk mengolah dan menganalisa data bervolume besar. Bayangkan jika anda membutuhkan analisis terhadap 1 persen saja dari seluruh data untuk mendapatkan keuntungan dibandingkan kompetitor anda, apakah teknologi yang anda miliki sekarang mampu melakukannya?

keywordnya adalah volume, walaupun secara exact tidak bisa di defininisikan berapa volume tersebut. As long as data tersebut tidak ekonomis lagi untuk di simpain atau di handle menggunakan datawarehouse maka volume data tersebut terklasifikasi dalam  volume yang dimaksud dalam BIG DATA.

Velocity

Seberapa cepat kita dapat memproses data yang ada? Mungkin hal itu yang pertama ada dalam benak anda ketika anda membaca ini. Namun sebenarnya velocity di sini kita lihat dari persepsi seberapa cepat kita mampu mendapatkan hasil analisis terhadap aliran data yang terus mengalir di saat yang hampir bersamaan dengan datangnya data tersebut.

Bisa dibilang, permasalahan ini berkaitan erat dengan permasalahan volume data, karena kecepatan data dibuat umumnya berbanding lurus dengan volume data. Data tidak hanya datang dalam jumlah besar, tetapi juga dalam tempo yang lebih singkat dan bahkan ada yang real-time.

Keywordnya adalah kecepatan dari data tersebut, meaning seberapa cepat kita bisa mendapatkan hasil analisa atas aliran data tersebut. hmmm seru juga…

Variety

Variety! Finally! Ini adalah permasalahan, yang Big data banget. Mengapa? karena permasalahan ini akan sangat sulit dipecahkan oleh data platform tradisional, baik itu database atau data warehouse.

Variety adalah permasalahan yang terjadi karena keberagaman data, baik itu dari format file data yang masuk, maupun format / struktur dari isi data tersebut. Big Data tidak hanya terdiri dari data berstruktur seperti halnya data angka-angka maupun deretan huruf-huruf yang berasal dari sistem database mendasar seperti halnya sistem database keuangan, tetapi juga terdiri atas data multimedia seperti data teks, data suara dan video yang dikenal dengan istilah data tak berstruktur. Terlebih lagi, Big Data juga mencakup data setengah berstruktur seperti halnya data e-mail maupun XML.

Keywordnya adalah Keberagaman data. Pada Big data, kita bisa temukan data yang structured dan yang unstructured (mksdnya nggak terstruktur gitu bro).

Mungkin ini dulu kali ya, next nya saya akan tulis sedikit kegunaan BIG DATA…..Apabila ada salah-salah tulis ya mohon maaf lah, saya juga masih dalam tahap belajar apa itu big data.

 

Happy reading… Salam..


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *